Assalamu’alaikum wr wb

tulisan ini saya lebih tujukan kepada akhi/ukhti muslim yang lain agar terbentengi dari upaya pemurtadan yang dilakukan oleh kaum non muslim…

kepada saudara/i ku seiman, kita semua memahami bahwa Rasulullah hanya mengatakan apa yang Allah perintahkan untuk dikatakan…
dengan konteks berfikir seperti ini, maka kita semua memahami bahwa pada setiap ayat-ayat Al-Quran, terdapat perintah (implisit): “Katakanlah!”
contoh pada surat Al-Fatihah ini, ada perintah implisit “Katakanlah!” yang mengawali setiap ayat/surat…

hanya saja, kata “Katakanlah” tidak disertakan dalam setiap ayat Al-Quran karena beberapa alasan (menurut saya, tentunya ada pendapat lain yang lebih baik dari ini):
1. Sudah merupakan pemahaman bersama, bahwa ‘fungsi’ Rasul adalah menyampaikan apa yang Allah perintahkan untuk disampaikan. Sehingga kata “Katakanlah! (قُلْ)” tidak dirasa perlu untuk diletakkan di setiap awal ayat.

2. Seperti kita ketahui bersama, Al-Quran adalah kitab yang selain penuh dengan makna, juga disajikan dalam bahasa yang indah (puitis). Sehingga peletakkan kata “Katakanlah! (قُلْ)” pada setiap awal ayat, tentu akan ‘merusak’ keindahan tersebut. Bayangkan kalau kita mendengar orang mengaji, kemudian disetiap ayat ia berkata “Katakanlah! (قُلْ)”. Apa yang mungkin terdengar? mungkin hanya Kul-Kul saja…. Kedip-kedipin. Tentunya hal ini bisa menjadi ‘bahan’ bagi para pembenci Islam untuk semakin menghina Al-Quran kita…

3. Kemudian, mengapa ada ayat-ayat lain yang memang diawali oleh kata “Katakanlah! (قُلْ)”? Mari kita lihat konteks dari ayat-ayat yang memang diawali oleh “Katakanlah! (قُلْ)”:
Paling tidak, ada 316 ayat di Al-Quran yang mengandung perintah eksplisit “Katakanlah! (قُلْ)”. Beberapa akan kita lihat sekarang, sisanya, silahkan antum semua mempelajarinya sendiri Senyum manis

Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, [Al Kaafiruun: 1]. Ayat ini mengandung kata “Katakanlah! (قُلْ)” karena memang turun sebagai jawaban bagi Rasul kepada orang-orang kafir yang mendatangi beliau.

Katakanlah (ya Muhammad): “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Ayat ini mengandung kata “Katakanlah! (قُلْ)” untuk menjelaskan bahwa kata-kata (klaim) “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan” hanya bisa dikatakan oleh Rasulullah

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, [Al Falaq: 1]. Ayat ini mengandung kata “Katakanlah! (قُلْ)” untuk menjelaskan bahwa kata ‘Aku’ di ayat ini merujuk kepada si pembaca (bukan Allah) dan sepertinya ini yang dituntut oleh luv_nice untuk dituliskan di Al-Fatihah.

Dari ayat-ayat di atas, perintah “Katakanlah! (قُلْ)” disebutkan secara eksplisit dalam Al-Quran untuk: ayat-ayat yang memberikan jawaban kepada Rasulullah, ayat di awal surah yang berisi doa (dan menyebutkan kata ‘Aku’), dan ayat yang memang hanya bisa dikatakan oleh Rasulullah (untuk pembeda kata-kata yang bisa dikatakan setiap mukmin).

kalau kita perhatikan (sepanjang pengamatan saya), pada kasus Al-Fatihah ini, perhatikanlah ayat-ayat pertamanya. Disitu diterangkan sifat-sifat Allah (Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Hamid, Ar-Rab, dst) yang tentunya tidak ‘aneh’ kalau dikatakan langsung oleh Allah untuk menerangkan diri-Nya sendiri. Disini yang dipermasalahkan adalah ayat-ayat 5,6, dan 7 yang memang mengandung doa.
Namun, karena ayat-ayat ini tidak berdiri sendiri (masih terikat dengan ayat-ayat sebelumnya), dimana ayat-ayat sebelumnya (hanya) mengandung kata “Katakanlah!” secara implisit, sepertinya memang pada ayat-ayat ini (5,6, dan 7) tidak dibutuhkan penyebutan kata ‘Katakanlah!’ secara eksplisit…

Jadi, masalahnya sebenarnya sangat sederhana: apa yang eksplisit disebutkan dalam Al-Quran, dan apa yang sudah terkandung tanpa perlu disebutkan (implisit). Tentunya kita tidak bisa mengatakan: ‘Apa yang tidak terlihat, maka itu adalah tidak ada’. Ini sama saja dengan menggunakan logika burung unta. Tutup mata, maka bahaya akan hilang! Apa benar demikian? Senyum manis

Saya benar-benar berharap ada saudara/i ku seiman lainnya yang memang lebih berkompeten untuk menjelaskan lebih…

wassalam,
Haekal

About these ads