ABC
oleh Haekal

Alkisah, di sebuah padang tandus, berhadapan dua buah pasukan (zaman itu belum ada peluru kendali, jadi perang masih ‘gentle’). Sebut saja pasukan A dan pasukan B.
Mereka berhadapan dan saling menghunus pedang.

Imam dari pasukan A berdiri menghadap pasukannya dan berseru, “Ini jihad fi sabilillah! Siapa yang ingin mengejar Syahid, berperanglah atas nama Allah!”

Imam dari pasukan B juga berdiri menghadap pasukannya dan berseru, “Ini jihad fi sabilillah! Siapa yang ingin mengejar Syahid, berperanglah atas nama Allah!”

Kontan imam pasukan A berteriak, “Woooi! Jangan copas dong! Gak kreatif yah?!”

imam pasukan B membalas, “Enak aja copas! Ini asli ajaran Dien!”

pasukan bingung. Tapi akhirnya memilih mengikuti imamnya masing-masing.

Tibalah waktu yang ditentukan, kedua pasukan sama-sama maju dan berteriak penuh ghirah. “ALLAHU AKBAR! MAJU!!!!”

Triing…Treeeng…Trooong….Jreeeng… Suara pedang beradu (bener nih suara pedang?)

Keduanya sama kuatnya, keduanya sama semangatnya, keduanya sama…
Maju, mundur, pukul, dipukul… Semua saling berganti…
Sampai tiba saatnya shalat Dzuhur…

“Allahu akbar…4x”

“La illaha ilallah…”

Suara azan terdengar dari kedua belah fihak.
Tanpa direncanakan, tanpa ada perjanjian, kedua pasukan mundur berbarengan…
Mereka pun shalat dengan cara yang sama, mengikuti sunnah Rasulullah (afwan, penulis lupa istilahnya, shalat dalam keadaan perang)…
Setelah shalat, karena pasukan musuh masih sama-sama khusyuk, kedua pasukan menyempatkan diri berdoa kepada Allah:

“Ya Allah… Berikanlah kemenangan pada hamba-Mu ini. Agar tegak Dien-Mu di dunia… Atau anugrahilah hamba-Mu syahid…”, doa anggota pasukan A.

“Ya Allah… Berikanlah kemenangan pada hamba-Mu ini. Agar tegak Dien-Mu di dunia… Atau anugrahilah hamba-Mu syahid…”, doa anggota pasukan B.

“Amiiin….”, anggota pasukan A dan pasukan B berbarengan mengucapkannya…

Perang kemudian berlanjut dan terus berkecamuk…
“Innalillah…” seru anggota pasukan A ketika ada temannya yang meninggal
“Alhamdulillah…” seru anggota pasukan B ketika berhasil membunuh anggota pasukan A.

Begitu juga kebalikannya….

Ketika perang terus berlangsung, nun jauh di atas bukit yang permai, dengan kicauan burung yang seakan tak terpengaruh hiruk-pikuk peperangan di bawah, dan gemericik air sungai yang menenangkan, duduk sebuah pasukan… Kecil sebenarnya, kalau dibandingkan dengan jumlah keseluruhan pasukan A dan B. Namun tak ada rasa takut di wajah mereka… Yang ada malah senyum yang kian melebar melihat pasukan A dan pasukan B sama-sama surut jumlahnya… sebut saja pasukan ini pasukan C… Beberapa di antara mereka bahkan terbahak-bahak…

“Taruhan nih! Yang bergamis merah sebentar lagi mati oleh yang bergamis hijau…” kata salah seorang anggota pasukan C kepada temannya…

Pertanyaan:
Kira-kira, siapa pasukan C….?

Ini terjadi pada Ali – Muawiyah
Ini terjadi pada Husein – Yazid
Ini terjadi pada Iran – Irak
Ini terjadi pada Fatah – Hammas…

Ini terjadi di sini?

wassalam,
Haekal

btw, ini cerita lucu atau horor yah?