Millah Ibrahim: cara hidup nabi Ibrahim AS

By: Saif Manzoor

Updated: Nov 2005

Prophet Abraham is the most influential figure in the three monotheistic religions; Islam, Christianity and Judaism. He is respected as their spiritual father by the followers of all these three major religions; together who constitute almost half the human population. No one else holds such an esteemed and unifying position in the human history. It is indeed the fulfillment of God’s promise to Abraham:

Nabi Ibrahim adalah figur yang sangat berpengaruh pada 3 agama monoteis: Islam, Nasrani, dan Yahudi. Ia dihormati sebagai bapak spiritual mereka oleh penganut ketiga agama mayor ini; yang jumlah keseluruhannya mencapai hampir setengah populasi manusia. Tidak ada orang lain yang memperoleh posisi sebaik dan sepemersatu seperti ini dalam sejarah manusia. Ini sungguh merupakan pemenuhan janji Tuhan terhadap Ibrahim:

“Verily I am going to make you a leader of humankind”. [2:124]

“Sungguh Aku akan menjadikanmu Pemimpin bagi Umat Manusia” [2:124]

The Quran uses the Arabic term ‘Millat-e-Ibrahim’ for Prophet Abraham’s beliefs. Islam is often called the “deen-e-Ibrahimi”, i.e., The religion of Abraham; since the ideology of Islam is very well summarized in the monotheistic beliefs of Prophet Abraham. In the Quran there is great emphasis on his beliefs and character:

Quran menggunakan istilah “Millah Ibrahim” untuk menjelaskan apa yang dipercayai oleh Nabi Ibrahim. Islam sering menggunakan istilah “Diinul Ibrahim”, yang berarti agama Ibrahim; karena ideologi Islam memang tercakup dalam pemahaman moneteis yang dipegang Nabi Ibrahim. Dalam Quran, ada penekanan yang sangat kuat pada kepercayaan dan karakter beliau :

Who therefore shrinks from the religion of Abraham, except he be foolish-minded? Indeed, We chose him in the present world, and in the world to come he shall be among the righteous[2:130]

Siapa yang akan mendustai agama Ibrahim, kecuali orang-orang yang bodoh? Sungguh, Kami memilihnya di dunia, dan pada akhirat nanti, ia akan bersama orang-orang yang benar [2:130]

Meaning of the word Millat

Arti dari kata Millah

The word Milla is derived from the root M-L-L in Arabic. It means a path or a way. It is also used for creed, religion, faith, confession or denomination.

Kata Millah diturunkan dari akar kata M-L-L dalam bahasa Arab. Yang berarti jalan atau cara. Kata ini juga menjelaskan (creed itu apa yah? lupa…), agama, kepercayaan, pengakuan, atau (denomination juga lupa bahasa Indonesianya apa….)

(refer to Hans Wehr dictionary of Modern Arabic)

Context in the Quran

Konteks dalam Quran

The word Milla is used in 15 different verses in the Quran. Following are the contexts in which this word is used:

Kata Millah digunakan dalam 15 ayat yang berbeda dalam Quran. Berikut adalah konteks yang menggunakan kata tersebut:

* The word ‘Milla’ is used in ten verses of the Quran as Millat-e-Ibrahim, which refers to the beliefs of Prophet Abraham.
* The word ‘Milla’ is used in five verses in the context when Messenger(s) were warned of persecution, if they do not convert back to the Milla (path or way) of their people. Prophet Shoaib (PBUH) was warned by the establishment to convert back to their Milla [7:88 -89]. Some anonymous messengers were warned of expulsion from the city by their people, unless they return to the Milla of their people [14:13]. And when the young men who hid in the cave said to each other that if they come to know of us they will either stone us or make us return to their Milla [18:20].

* Kata Millah digunakan dalam 10 ayat dalam Quran sebagai Millah Ibrahim, yang merujuk pada kepercayaan Nabi Ibrahim
* Kata Millah digunakan dalam 5 ayat dalam konteks dimana Nabi diancam penyiksaan, jika ia tidak mau kembali kepada Millah kaumnya. Nabi Syuaib diancam oleh penguasa untuk kembali pada ‘Millah’ Kaumnya [7:88 -89]. Beberapa nabi yang tidak disebutkan namanya diancam untuk dibuang dari kotanya oleh kaumnya, kecuali mereka kembali ke Millah Kaumnya [14:13]. dan ketika seorang pemuda yang bersembunyi dalam gua berkata antar sesama mereka bahwa apabila kaum mereka mengetahui keberadaan mereka, mereka akan dilempari batu atau membuat para pemuda itu kembali kepada Millah kaumnya[18:20].

From these contexts it appears that Milla denotes the way of thinking of an individual or a group; it could be intellectual, a spiritual, faith, religion or all of them.

dari konteks ini, dapat disimpulkan bahwa Millah menunjukkan cara berfikir dari seorang individu atau kelompok. Dapat berupa intelektual, spiritual, kepercayaan, agama, atau semuanya.

What is the way of Prophet Abraham?

Apa cara Nabi Ibrahim?

Prophet Abraham lived in a society dominated by polytheism. People worshipped celestial objects and idols. There were pantheons dedicated to these gods, dominated by priests. He used his rational judgment to reject all these gods, as either the creation of the one God or mere inventions by their worshippers.

Nabi Ibrahim tinggal ditengah masyarakat yang didominasi oleh politeisme. Orang-orang menyembah jimat dan berhala. Ada semacam tempat beribadah yang didedikasikan kepada berhala-berhala tersebut, yang didominasi oleh pendeta. Ia menggunakan penilaian rasionalnya untuk menolak semua bentuk penuhanan ini, karena berhala-berhala ini sesungguhnya adalah ciptaan dari 1 Tuhan, atau bahkan hanya ciptaan dari pengikutnya sendiri.

The Quran presents two basic concepts, to explain the beliefs of Prophet Abraham:

Quran menunjukkan 2 konsep dasar untuk menjelaskan kepercayaan Nabi Ibrahim:

Hanifa – This Arabic word stems from the root H-N-F, which means to bend or turn sideways. It is used for a person who leaves false creed to profess true monotheistic faith.

Hanif – Kata arab ini berasal dari akar kata H-N-F, yang berarti membelokkkan atau menyingkir. Ini digunakan untuk seseorang yang meninggalkan perbuatan (oh iya, creed itu perbuatan yah?) yang salah untuk meyakini kepercayaan monoteis yang sesungguhnya.

Shirk – It means polytheism. It is the opposite of Hanifa. It means to associate falsehood with one God. It is used for a person who follows more than one god.

Syirik-Ini berarti Politeisme. Yang merupakan kebalikan dari Hanif. Kata ini berarti memberikan anggapan yang salah pada Tuhan yang Esa. Ini digunakan untuk seseorang yang mengikuti lebih dari 1 Tuhan

A detailed description of his thoughts and character is also found in the Quran, which is summarized below:

Deskripsi detil dari pemikiran dan karakter Nabi Ibrahim juga dapat ditemukan dalam Quran, yang bisa dirangkum sebagai berikut:

* He was an upright person and a monotheist. [2:130, 4:125]
* He was a man with formidable intellects. He questioned the creed of his people, and even questioned God; how he will resurrect humankind? [2: 260]
* He was fearless in his expression of faith. He argued with the religious establishment, and the man who was given the kingdom.[2:258]
* He was compassionate, forbearing and humble. [11:75]
* He was obedient to God.
* He was hospitable.[11:69]

* Ia adalah seorang yang suci dan monoteis
* Ia adalah seseorang dengan kemampuan intelek yang luar biasa. Ia mempertanyaan tindakan dari kaumnya, bahkan mempertanyakan Tuhan; Bagaimana ia bisa membangkitkan umat manusia?
* Ia seorang yang tidak tahu rasa takut untuk mengekspresikan keyakinannya. Ia adu argumen dengan pemimpin agama, dan raja
* Ia seorang yang pemaaf, pengasih, dan rendah hati
* Ia seorang yang taat kepada Tuhan
* ia seorang yang penyayang

Conclusion

Kesimpulan

Millat-e-Ibrahim means the faith of Prophet Abraham in one creator. He believed in one God (Unity), after he rationally rejected all the other gods, worshipped by his people. Once he believed in one God, he was firm in his faith,. He adhered to the principles of uprightness and never associated falsehood with God. These qualities made him steadfast, strong in his spirit of sacrifice, compassionate and just. For these qualities, God choose him as a model for human conduct forever.

Millah Ibrahim berarti kepercayaan Nabi Ibrahim pada Tuhan yang Esa. Ia meyakini Tuhan yang Esa, setelah ia secara rasional menolak semua Tuhan yang lainnya yang disembah oleh Kaumnya. Sekali ia percaya pada satu Tuhan, ia teguh memegang keyakinan tersebut. Ia berpegang pada prinsip yang benar dan tidak pernah melakukan kesalahan pada Tuhan. Qualitas ini membuatnya (steadfast apaan yah?), bersemangat dalam berkorban, pengasih, dan adil. Untuk kualitas seperti inilah, Tuhan memilihnya sebagai model untuk diikuti umat

And who is there that has a fairer religion than he who submits his will to God being a good-doer, and who follows the creed of Abraham, a man of pure faith? And God took Abraham for a friend. [4:125]

Peace be upon Prophet Abraham, the spiritual father of all the believers.

Notes & References

——————————————————————————–


2:120 “never will Jews and Christians be pleased with you till you follow their Millat.”
2:130 “and who turns away from the Millat of Abraham except him who befools himself”
2:135 “and they say be Jews or Christians then you will be guided. Say no the Millat of Abraham the Upright…”
3:95 “say God has spoken the truth follow the Millat of Abraham the upright…” 4:125 “and who can be better in deen than one who submits his face to God and is a good doer and follows the Millat of Abraham the upright and God did take Abraham as a friend.
6:161 “say truly my God has guided me to a straight path a right deen the Millat of Abraham the upright and did not associate falsehood with God”
12:37 “and I have abandoned the Millat of people who do not believe in God and Hereafter “
12:38 “and have followed the Millat of my fathers, Abraham or Ibrahim , Issac or Ishaq and Jacob or Yaqoob.”
16:123 “ and then we inspired you follow the Millat of Abraham the upright and he was not of those who associate falsehood with God”
22:78 “…it is the Millat of your father Abraham…” 14:13][18:20] [38:7] 7:88][ 7:89]