saya memasukkan beberapa komponen baru pada flow ini:

Keterangan:

Decision 1: Pilihan untuk memilih atau tidak memilih (golput)

Decision 2: Skenario hasil pemilihan. Apakah si A yang menang atau si B yang menang

Decision 3: Pengaruh jabatan terhadap si A. Apakah si A terpengaruh oleh system sehingga justru menjadi corrupt atau tidak.

Decision 4: Sebaliknya, pengaruh si A terhadap system. Apakah si A berhasil mempengaruhi system menjadi lebih baik, atau system tetap tidak terpengaruh walaupun si A sudah terpilih.

Decision 5: Seandainya si B (yang lebih buruk ketimbang si A) yang terpilih. Apakah si B berhasil mempengaruhi system (sehingga lebih buruk) atau system tidak terpengaruh walaupun si B terpilih

Decision 6: Sikap yang diambil oleh seseorang setelah ia golput. Apakah dia diam saja atau mempromosikan alternative/ide system yang lebih baik

Decision 7: Hasil dari promosi orang yang golput terhadap idenya. Apakah berhasil atau tidak

Decision 8: seandainya promosi orang yang golput berhasil, apakah hasilnya system yang lebih baik ketimbang system sebelumnya (yang menggunakan pemilihan) atau tidak.

Decision 9: Pengaruh tindakan golput seandainya promosinya tidak berhasil terhadap system sebelumnya. Apakah tindakan golput tersebut (beserta promosinya) akan mempengaruhi system yang sedang berjalan sekarang atau tidak.

Decision 10: Pengaruh tindakan golput terhadap system yang berjalan sekarang. Apakah membawa kebaikan terhadap system sekarang, atau tidak.

Decision 11 & 12: Dukungan partai terhadap si A yang terpengaruh keburukan system. Apakah partai yang diwakili si A memang kondusif untuk orang-orang yang ‘terpengaruh’ seperti itu atau tidak?

Decision 13: Kepatuhan si A yang terbawa arus, terhadap ‘larangan’ partainya. Apakah si A patuh atau tidak (jadi diam-diam)?

Decision 14: Kepatuhan si A yang melawan arus, terhadap ‘godaan’ partainya. Apakah si A patuh atau tidak.

Decision 15: Fungsi control yang dilakukan pihak luar. Apakah penyimpangan si A atau si B terkena fungsi control atau tidak.

Decision 16: Sebenarnya, decision ini seharusnya sudah ada di no 1. Tapi, biar menarik, mari kita lihat seandainya kondisi ideal masing-masing kubu tercapai, pada akhirnya, tetap saja nilai ‘baik’ atau ‘buruk’ berada di ‘mata’ Allah. Ingat, apa yang baik menurut manusia, belum tentu baik menurut Allah. Dan apa yang buruk menurut manusia, belum tentu buruk menurut Allah

Nah, setiap decision di atas, akan menghasilkan Final State berikut:

—-Final State untuk orang yang memilih—-

FS2: Ini diganti oleh Decision 11. Di sini, saya memasukkan factor dukungan partai terhadap perilaku si A.

FS3: ini juga diganti oleh Decision 12. Sebenarnya decision 11 dan 12 hampir sama, yang berbeda adalah kondisi si A dan dukungan yang ia peroleh dari partainya.

FS4: Menarik disini, saya memasukkan decision 16. Yaitu, apakah seandainya kondisi ideal yang dicapai oleh kedua kubu, masuk/diterima oleh hokum Islam atau tidak. Karena, mungkin saja salah satu kondisi ideal yang dimiliki oleh kubu voter dan non-voter, ternyata tidak sesuai dengan hokum Islam. Tapi, tentu saja ini akan butuh pembahasan yang sangat panjang… jadi please, di sini, saya hanya mengajukan kemungkinan bahwa kedua kondisi ideal tersebut tetap harus dipandang melalui kacamata Dien, bukan semata ‘kepuasan’ salah satu pihak saja…

FS5: [Was: Kondisi ini adalah kondisi terburuk. Pada kondisi ini, si B yang lebih buruk, terpilih, dan kemudian berhasil mengubah system menjadi lebih buruk. Pada kondisi ini, tentu saja orang yang tidak memilih bisa dianggap melakukan kemungkaran karena tidak mencegah hal ini terjadi. (ingat, kita tidak membicarakan respon masyarakat disini)]

[Updated] Kondisi ini adalah kondisi terburuk. Pada kondisi ini, si B yang lebih buruk, terpilih, dan kemudian berhasil mengubah system menjadi lebih buruk. Pada kondisi ini, tentu saja orang yang tidak memilih bisa dianggap melakukan kemungkaran karena tidak mencegah hal ini terjadi. Saya tidak memasukkan ini ke decision 15 karena saya membayangkan bahwa pada kondisi ini, bahkan decision 15 pun bisa diubah atau dipengaruhi oleh si B… Cilaka bukan?

FS6: Kondisi ini terjadi bila si B terpilih, tapi system tetap tidak terpengaruh (tidak menjadi lebih buruk, apalagi lebih baik… Melettttt). Pada kondisi ini, yah, mungkin orang yang memilih atau tidak memilih sama saja…

[updated] Hanya saja, kondisi ini saya ganti menjadi decision 15. Karena si B tidak berhasil mempengaruhi system (namun tetap ‘nakal’) maka fungsi pengawasan dan control akan menguji ‘nasib’ si B. apakah si B tertangkap atau tidak.

—-Final State untuk orang yang tidak memilih (golput)—-

FS7: Kondisi ini terjadi ketika orang yang golput tapi tidak melakukan apa-apa juga… yah, gak ada gunanya… system tidak berubah, dan golputnya juga tidak terjelaskan alasannya. Biasanya kondisi ini terjadi untuk orang yang golput dengan alasan apatis atau gak sengaja (tidak terdaftar, misalnya).

FS8: Kondisi ini terjadi ketika orang yang golput, kemudian mempromosikan alasan dan alternative yang ia pikirkan, namun promosinya tidak berhasil dan system secara keseluruhan tidak terpengaruh. Pada kondisi ini, mungkin saja tidak ada keuntungan yang diperoleh dan dihasilkan oleh tindakan golput barusan.

FS9: Nah, kondisi ini agak lucu juga. Ketika promosi yang disampaikan oleh orang yang golput berhasil, dan system yang diinginkan orang yang golput terbentuk, tapi ternyata system tersebut, malah lebih buruk dari system sebelumnya… Pada kondisi, orang yang golput bisa dibilang melakukan kemungkaran karena merubah system menjadi sesuatu yang lebih buruk. Ini adalah worst case bagi golput.

FS10: Kondisi ini adalah kondisi paling ideal bagi si pemilih maupun si golput (setara dengan FS4). Karena pada kondisi ini, ide perubahan yang diusung oleh orang yang golput ternyata berhasil dan mengubah system menjadi lebih baik.

[updated] Lihat penjelasan FS4.

FS11: Kondisi ini terjadi kalau promosi orang golput tidak berhasil dan bahkan memperburuk system yang telah ada karena promosi yang ia lakukan. Pada kondisi ini, sangat mungkin orang yang golput telah melakukan kemungkaran karena memperburuk system.

FS12: Kondisi ini terjadi kalau promosi orang yang golput tidak berhasil, tapi promosi itu berhasil menyumbangkan ide sehingga membuat system yang ada menjadi lebih baik. Pada kondisi ini, tentu tidak bisa dibilang bahwa orang yang golput telah melakukan kemungkaran bahkan mungkin ia bisa menjadi semacam ‘penyeimbang’ system yang berjalan, dan member masukan-masukan berharga terhadap system tersebut.

Tambahan versi II:

FS13: Ini adalah kondisi dimana si A menang, lalu terpengaruh system yang corrupt, dan mendapat dukungan dari partainya atau partainya memang kondusif untuk orang-orang seperti ini. Pada kondisi ini, justru voter yang berpartisipasi membuat kemungkaran.

FS14: ini adalah kondisi dimana si A atau si B yang ‘nakal’, lalu terkena fungsi control. Pada kondisi ini, voter bisa mendapat ‘malu’ karena telah memilih si A. tapi paling tidak, kerugian yang dilakukan si A bisa diminimalisir.

FS15: Worst Case! Ini adalah kondisi dimana si A terpilih, tidak didukung oleh partainya, tapi tetap diam-diam melakukan keburukan, dan berhasil lolos fungsi control. Cilaka!

FS16 & FS17: lihat penjelasan decision 16.

wallahu’alam,

wassalam,

Haekal